Kamis, 07 Juli 2011

Senja merah, aku marah

Sore yang cerah, aku berharap nanti dapat melihat senja merah. Senja merah dari langit jogja.
 Langit yang melahirkan fajar yang pernah kita nikmati bersama setengah tahun lalu di ujung selatan kota ini. Dan kini, aku berharap bisa menikmati senja merah di sini. Bukan  di tempat kita dulu pernah bersama berjanji, tapi tepat di sini. Tidak denganmu, tidak dengan siapapun. Sendiri. 
Merah yang aku nikmati nanti, semoga  pun bisa kau ketahui. Merah yang marah. 

Ya., aku marah. Marah pada keplin-plannanmu, marah pada ketololanmu, marah pada semua kebohonganmu! 
Aku telah pernah meninggalkan semua yang terbaik, menujumu dengan segenap keyakinanku, untuk akhirnya menyadari semua ini berujung pada kesia-siaan. 

Kita saling menemukan, kita saling memilih. Semua indah  waktu itu, aku menerima apa adanya dirimu, dan kau selalu mendukung segala apaku. Ya, kita saling mencintai.  Sampai kau datang suatu siang dengan kemeja kusut dan celana hitam. Dari matamu yang beku, aku tahu ada sesuatu.

Setiap coba kutanya kenapa, selalu kau jawab "tidak ada apa-apa"...
Aku mencoba percaya, tapi jangan harap kau bisa berbohong di depan wanita
***

Aku telat dua minggu, apa kalian masih mau masa bodoh dengan semua itu??
June 15th 2011 
15.20 
From: 085234567890

Aku merasa tak asing dengan nomor itu, tapi namanya tak muncul di ponselku.
Maaf, mungkin anda salah kirim
June 15th 2011
15.35
sent to 085234567890

Lalu,
Bajingan keparat! kau boleh saja mengambil pacarku, tapi tidak ayah dari calon anakku!
June 15th 2011 
15.37 
From: 085234567890

Apa ini....

Jangan berpura-pura bodoh lagi! Kembalikan Angin padaku! Dia ayah dari calon anakku
June 15th 2011 
15.40
From: 085234567890

****

 Berkelebat semua bayang, berkelebat semua kenangan. Aku, masa laluku. Kamu, masa lalumu. 
Aaahhh...